puisi lama

gurindam dua belas

I

barang siapa yang mengenal ALLAH

suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

barang siapa mengenang akhirat

tahulah ia dunia mudarat

II

barang siapa meninggalkan sembahyangnya

seperti rumah tiada bertiang

barang siapa meninggalkan zakat

tiadalah hartanya beroleh berkah

III

apabila terpelihara lidah

niscaya dapat dari padanya paedah

apabila perut terlalu penuh

keluarlah fiil yang tiada senunuh

IV

hati itu kerajaan didalam tubuh

jikalau lalim, segala anggotapun rubuh

pekerjaan marah jangan dibela

nanti hilang akal dikepala

V

jika hendak mengenal orang yang berilmu

bertanya dan belajar tiadalah jenuh

jika hendak mengenal orang yang berakal

didalam dunia mengambil bekal

VI

cahari oleh mu akan sahabat

yang boleh dijadikan obat

cahari oleh mu akan guru

yang boleh tahukan tiap seteru

VII

apabila banyak berkata – kata

disitu jalan masuknya dusta

apabila anak tiada dilatih

jika besar bapaknya letih

VIII

kepada dirinya ia aniaya

orang itu jangan engkau percaya

keaipan orang jangan dibuka

keaipan diri hendaklah sangka

IX
perkumpulan laki – laki dengan perempuan

disitulah syaitan punya jamuan

jika muda kuat berguru

dengan syaitan jadi berseteru

X

dengan bapak jangan durhaka

supaya ALLAH tidak murka

dengan ibu hendaklah hormat

supaya badan dapat selamat

XI

hendaknya jadi kepala

buanga perangai yang cela

hendaklah memegang amanat

buanglah segala hianat

XII

ingatkan dirinya mati

itulah asal berbuat bakti

akhirat itu terlalu nyata

kepada hati yang tidak buta

( perintis sastra, 1951 )

oleh : Raja Ali Haji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s