misteri tidur

Sampai sekarang, ternyata para ilmuwan masih penasaran tentang misteri tidur dan mimpi. Walaupun jarang sekali, tapi ada orang-orang yang menderita penyakit insomnia akut (FFI – Fatal Familial Insomnia), yang ga pernah bisa tidur, diawali dengan hilangnya kemampuan tidur siang, dan penyakit ini mengakibatkan kematian. Penyakit ini berbahaya karena belum diketahui sebabnya, tapi mungkin hal ini juga disebabkan karena para peneliti tidur belum sepenuhnya mengerti apa yang terjadi saat kita tidur. Kita tau betapa pun kerasnya kita mencoba, kita tetap akan jatuh tertidur, dan kita tau jika kurang tidur, kita akan lebih mudah mengalami stress, dan stress akhirnya akan menyebabkan kita sakit.

Tadinya orang berpikir bahwa saat kita tidur, otak kita sedang beristirahat, padahal sebenarnya, waktu kita tidur otak kita tetap aktif, bahkan beberapa peneliti menyebutnya sebagai fase yang lebih ‘sadar’ daripada saat kita bangun. Inilah yang membedakan antara tidur dan koma. Telah lama diketahui bahwa periode tidur dibagi menjadi dua, yaitu tidur dalam atau lelap, dan periode REM (Rapid Eye Movement), yang ditandai dengan gerakan mata yang cepat, dimana otak kita sama aktifnya saat kita sadar, tapi beberapa otot tubuh tidak bekerja sebagaimana saat kita sadar. Demikian juga yang terjadi pada hewan. Lumba-lumba tidur dengan separuh otak tetap aktif, jadi dia tetap sadar akan sekitarnya. Itik Mallard yang tidur berdekatan satu sama lain, dua itik yang berada di lingkaran luar akan tidur dengan separuh otak ‘menyala’ dan satu mata tetap terbuka. Ikan, kadal, dan bahkan serangga juga tetap ‘sadar’ saat tidur.

Tidur memang membantu tubuh dan otak kita agar tetap sehat, tapi ternyata periode tidur juga mempengaruhi kemampuan otak seseorang. Menurut riset Harvard University, orang-orang yang periode tidurnya lebih banyak pada periode REM, memiliki kemampuan lebih baik pada hal-hal seperti grammar dan bahasa, sementara orang dengan periode tidur dalam lebih banyak, lebih baik dalam hal mengingat. Mungkin konsolidasi memori merupakan salah satu fungsi tidur, karena menurut penelitian, saat tidur otak kita menghapus hubungan yang redundan atau tidak diperlukan antar sinapsis.

Menurut Amanda Schaffer, sepanjang hari, kita membuat ikatan antar sel di otak – berdasarkan semua hal yang kita lihat, dengar, sentuh, rasakan, dan lakukan. Walaupun proses ini tidak pasti, tiap ikatan yang lebih kuat mengkonsumsi lebih banyak energi, membutuhkan lebih banyak pemeliharaan, dan ‘memakan’ lebih banyak tempat di otak – hemm.. jadi mungkin ilustrasinya, otak kita kaya Hard Disk komputer, yang kalo buat nyimpen data bisa penuh lama-lama – sehingga pada akhirnya, otak kita akan menjadi penuh sesak – dalam arti harfiah – kemampuan kita untuk belajar pun telah mencapai batasnya. Mungkin inilah alasannya kenapa kita lelah, mengantuk, lalu tertidur.

Dari sisi spiritual, saat tidur ruh kita dianggap sedang ‘pergi’ meninggalkan diri kita, dan kembali lagi ke jasad saat kita bangun. Sedangkan menurut ilmu modern, saat tidur kita memasuki diri kita lebih dalam untuk terhubung kembali dengan dunia saat kita bangun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s