KELUARGAKU DIGANGGU JIN DARI JAMPANG KULON YANG ISTERINYA 20

G adis Kecil itu meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cekikkan mahluk tak berwujud, tubuhnya terguling jatuh di-tangga besi, tangannya menggapai-gapai berusaha mencari pegangan dan tangan satunya lagi berusaha melepaskan cekikkan tangan gaib yang mencekik lehernya. Dengan sangat panik dan ketakutannya, gadis itu berteriak : ” Tolong, tolong, Ampun, Lepaskan ! “. Teriakkannya seperti tersumbat dikerongkongan, tak mampu bersuara, dengan terengah-engah Ia berusaha menarik nafas, tetapi mahluk itu tidak mau melepaskan cekikannya, malah semakin bertambah kuat.
Terdengar Mahluk itu menggeram dahsyat, ” Hrrmmm….” dan kemudian terdengar suara bentakkannya yang menggelegar menyeramkan : ” Sudah kukatakan jangan sekali-kali menceritakan mengenai keberadaan-Ku, tapi mengapa kau langgar juga ! “. Tercekat hati gadis kecil itu bertambah-tambah takutnya dan samar-samar mahluk itu mulai menampakkan wujud dihadapannya.


MAHLUK JAHAT BERUPA JAWARA YANG MENAKUTKAN

Terlihat tangan mahluk itu dengan jari-jarinya yang besar dan gemuk menunjuk tepat kehidung-nya, dijarinya tampak dipenuhi cincin dengan batu besar berwarna-warni yang bersinar gelap mengerikan, ditangan kirinya melingkar akar bahar yang hitam kelam bagaikan seekor ular. Mahluk itu berpenampilan dan berpakaian sebagaimana Jawara Tempo Doeloe, yaitu berambut gondrong dengan ikat kepala hitam dan bercelana pangsi silat hitam tanpa mengenakan baju. Bulu dadanya menyembul didadanya yang gempal berotot dan berkulit hitam legam. Mukanya yang berbentuk kaku persegi dipenuhi dengan cambang-bawuk yang semakin menambah seram penampilannya, apalagi saat membuka mulut terlihat giginya berantakan dan berwarna kehitaman dengan gigi taring mencuat lancip.
Memelas gadis kecil itu berkata dengan suara tercekat : ” Ma…af, Ampun, Tolong, jangan ganggu saya, lepaskan saya “, sambil berusaha melepaskan diri dari cekikan mahluk itu.
Tidak ada kata maaf untuk-mu” terdengar suara menghardik dahsyat dari mahluk itu.
Sementara itu dua remaja laki-laki yang sedang asyik menonton TV, tertegun mendengar ada suara berdebuk aneh, dan melihat ada yang terguling jatuh di tangga.


GADIS ITU TERLIHAT MENCEKIK LEHERNYA SENDIRI

Terlihat yang jatuh itu parasnya pucat-pias ketakutan dan tangannya mencekik lehernya sendiri, sepertinya mulut gadis kecil itu berusaha berteriak, tetapi tidak terdengar suaranya, tangannya menggapai minta tolong.
Kemudian keduanya berlari berusaha menolong, mencegah agar tidak jatuh terbanting kelantai. Salah satunya berkata : ” Mini, apa yang terjadi, kamu kenapa ? “, Mini tidak menjawab malah tiba-tiba terdengar suara berat menggeram keluar dari mulutnya : ” Keberadaan-Ku sudah diketahui orang gara-gara kamu, kubunuh kau, Hiaaaaayt !”.
” Andree, jangan-jangan Mini kesurupan, ayo cepat kita bawa keruang tengah ” berkata salah seorang yang bertubuh kekar kepada temannya, dan temannya menjawab : ” Rio, lihat dia tidak bisa bernafas, harus segera ditolong “.
Rio dan Andree berusaha melepaskan tangan Mini yang sedang mencekik lehernya sendiri, ternyata tenaga gadis kecil itu sangat kuat, dengan susah payah baru kemudian mereka bisa melepaskan kedua tangan dari lehernya, muka dan bibirnya kelihatan membiru karena kekurangan oksigen, setelah mulai bisa bernafas lagi, terlihat berangsur-angsur kembali normal. Akan tetapi badannya masih kejang-kaku dan dari mulutnya meracau kata-kata yang tidak jelas.

RASA TAKUT MENGHADAPI MAHLUK KASAT MATA

 

Sebentar kemudian seisi rumah menjadi geger dan berkumpul diruang tengah dimana Mini dibaringkan. ” Ada apa sih, lho koq bisa kesurupan ya, aduh kasihan lihat lehernya membiru, koq mencekik leher sendiri sih !, gimana tuh masih belum sadar juga ! katanya jatuh ditangga, untung tertolong coba kalau tidak, bisa bocor atau sedikitnya patah tulang dia ” demikian suara-suara yang menyatakan kegelisahan dan keprihatinan melihat keadaan Mini yang masih kejang dan sedang diupayakan menyembuhkan dengan mengosokkan minyak kayu putih ke-tangan dan kakinya yang dingin, ada rasa takut yang mencekam karena berhadapan dengan mahluk yang kasat mata.

JAWARA DARI JAMPANG KULON

 

Rio mencoba konsentrasi sejenak memusatkan fikiran dan berusaha memanggil ilmu bathin yang pernah dipelajarinya dari salah satu Perguruan Silat yang cukup ternama di Ibukota, dan kemudian mencoba berkomunikasi dengan berkata : ” Siapa Kamu dan apa maumu berada ditubuh gadis ini ! “.     Mendengar pertanyaan itu tiba-tiba dengan mendadak Mini bergerak bangun dan kemudian duduk bersila seakan-akan seorang Jawara yang duduk dengan pongah dan tangan dipahanya memamerkan sederet cincin  dengan batu yang besar-besar.
Sambil membusungkan dadanya yang gempal penuh bulu, tangannya kemudian menepuk dadanya dengan kerasnya, lalu berkata : ” Aku Toha Abidin dari Jampang Kulon, Jawara terkenal tanpa tanding “. Mukanya menoleh menatap kearah Rio.


Terlihat Rio tercekat melihat penampilan mahluk ini, dan sedang berfikir untuk melakukan tindakan apa. Beberapa yang menonton berteriak terkejut dan takut, malah beberapa diantaranya cepat-cepat mudur menjauh dan menatap dengan ngeri kearah Mini yang disurupi oleh mahluk menakutkan itu.    Ada yang memegang erat-erat orang disebelahnya dan berkata lirih : ” Takuuuutt ” terlihat Andree bergeser kebelakang Rio, kelihatannya agak takut juga, atau malah sangat takut (?).

KENGERIAN MENGGANTUNG DI AWANG-AWANG

 

Toha Abidin menatap kesekeliling dan kemudian menatap kembali kearah Rio, adalah mata Mini dengan bola mata yang hanya putihnya saja yang terlihat, menatap kesekeliling dengan nyalang. Situasi demikian mencekam, kengerian menggantung diawang-awang dan tidak ada yang berani bergerak ataupun bersuara.
Jam terlihat menunjukan pukul setengah tujuh malam dan udara terasa dingin mengiris hingga ketulang, sejenak kemudian kengerian dipecahkan oleh suara Rio : ” Demi Allah, lepaskan dia, berhentilah mengganggu manusia, alam kita berbeda, mengapa kita tidak hidup berdampingan dengan tidak saling menganggu……………. “.

AWALNYA

 

Kejadian ini bermula dengan ditugaskannya Rio oleh Kampusnya yang berada dikawasan Jakarta Barat untuk melakukan KKN, Kuliah Kerja Nyata di Pandeglang Banten. Rio sebagai mahasiswa tingkat terakhir sangat mendambakan bisa segera menyelesaikan kuliahnya dan di Wisuda.
Sebagai anak yang paling tua, bisa mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi adalah sangat membanggakan bagi kedua orang tuanya dan sebagai contoh panutan yang baik bagi adik-adiknya yang masih dalam tarap menyusul, dua orang lagi. Adiknya Arnold diharapkan menyusul setahun kemudian dan sibungsu Ningsih masih di-SMA kelas dua.
Rio termasuk pendiam akan tetapi sangat aktif berorganisasi dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya, dan juga masuk Perguruan Silat di-kampusnya, dan karena prestasinya dia diangkat menjadi ketua kelompok KKN di Desanya. Seringkali bilamana ada acara akbar di-kampusnya maka dia ditugaskan sebagai keamanan dan bahkan beberapa kali dipercaya sebagai koordinator keamanan.

TUGAS KKN DARI KAMPUS

 

Awal Agustus 1997, Rio dan kawan-kawannya se-kampus berangkat ke Pandeglang Banten, mereka sangat gembira dan optimis bisa menyelesaikan KKN-nya ini dengan baik, di Kecamatan Cigeulis, mereka dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok dan ditempatkan pada beberapa desa yang terpisah.
Malam pertama dan kedua tidak terjadi sesuatu apapun dan semua berjalan dengan baik sesuai program yang telah digariskan.
Bagi Rio, malam ketiga terasa agak lain, udara terasa lebih dingin dari biasanya dan suara binatang malam seakan-akan melantunkan irama yang sedih. Apakah ini karena rindu kepada rumah dan keluarga ( homesick ) atau memang karena rentetan program yang cukup melelahkan.
Tak terasa malam semakin larut dan………………..


D
i  Jakarta, Mama-nya Rio tiba-tiba terbangun ditengah malam dengan tubuh gemetar dan penuh diliputi oleh keringat dingin, membangunkan saya, dengan tergesa-gesa kemudian menceritakan mengenai mimpinya yang buruk dan mendesak saya agar besok segera berangkat menegok putra kami Rio yang sedang KKN di-Banten.
Tentu saja saya terkejut karena dibangunkan mendadak, dan karena baru tiga hari yang lalu Rio pergi koq sudah begitu kangen-nya hingga meminta dengan sangat kepada saya, lagi pula pada tengah malam begini. Setelah saya bujuk-bujuk agar bersabar menunggu dan jelaskan bahwa saya baru bisa berangkat mengantarnya hari Sabtu y.a.d. lagi pula kan semua aman-aman saja, maka baru agak tenang hatinya dan kemudian mengerjakan Sholat malam.
Saya tak menduga bahwa pada saat yang bersamaan Rio di-Banten sedang mengalami suatu kejadian yang menyeramkan………………


R
io tidur dengan gelisah, suara gonggongan anjing di luar membuat suasana hati Rio menjadi tak menentu, terasa ada sesuatu yang akan terjadi tapi apa, belum diketahui, akhirnya karena kelelahan maka Rio-pun tertidur………….
Tiba-tiba Rio sulit untuk bernafas, Rio berfikir, mimpikah aku ini, apakah aku sedang tenggelam di air?, atau…………
Terasa kerongkongannya tercekik, seperti lehernya diikat oleh tambang yang tak terlihat, Rio berusaha menarik nafas, tapi tidak bisa, berusaha berteriak tetapi tidak juga bisa, terasa urat-urat dilehernya menyembul dan paru-parunya berdenyut membutuhkan udara segar.

MAHLUK GAIB MENCEKIK LEHERKU

Aku dicekik, pikir Rio dan Rio kemudian berusaha membuka matanya, akan tetapi tidak ada sesuatupun yang terlihat, ternyata bukan manusia yang mencekik-ku, akh, apa salah-ku hingga diperlakukan seperti ini, padahal dalam melaksanakan KKN aku sudah berusaha semaksimal mungkin dengan sopan-santun dan selalu berkonsultasi dan berkomunikasi dengan para sesepuh ataupun pamong / pemuka masyarakat setempat. Kengerian lebih memuncak ketika sayup-sayup mewujud tangan yang sangat besar yang sedang mencekik lehernya, hanya tangan-nya saja.
Dalam hati Rio berkata bahwa bila memang ada salah-nya mohon dimaafkan dan esok hari Rio akan lebih berhati-hati, dan akan memohon maaf secara terbuka, akan tetapi jawabannya adalah cekikan yang terasa semakin keras dilehernya.

 

DZIKIR KEPADA ALLAH YANG MENOLONGKU

Darah yang mengalir kekepala berkurang dan terasa pandangan berkunang-kunang, Rio berfikir bahwa tibalah ajalnya. Pemikiran mengenai tibanya ajal membuat Rio menjadi pasrah kepada Tuhannya, dan menyebut : ” Lailla ha IllAllah ” berkali-kali dan mencoba menerapkan kemampuan bathin yang dipelajari dari kedua orang tuanya, tiba-tiba terdengar suara menggeram dahsyat dan terasa cekikan dilehernya mengendur.
Merasa cekikan dilehernya menjadi kendur, pikiran Rio bekerja dengan cepat, berusaha mencari cara untuk melawan mahluk itu dan dengan mengeraskan bawah perut sambil menyebut : ” La Haula Walla Quwwata, Illa Billah Aliyul Azhiim ” maka Rio menerjang menghempaskan pencekiknya sekuat-kuatnya dan terdengar jeritan dahsyat dari mahluk itu yang terlempar keluar dan juga jeritan Rio yang keras.

MIMPI BURUK-KAH ?

Dengan terengah-engah Rio berusaha menarik nafas dalam-dalam dan merasakan paru-parunya kembali terisi oleh udara yang segar, urat nadinya yang berdenyut-denyut dan terasa sangat sakit kemudian perlahan kembali normal.
Dan beberapa kawannya yang masih bangun, karena mendengar teriakan Rio yang keras kemudian merubung menanyakan apa yang terjadi. Beberapa saat Rio terpana dan tidak bisa berkata apa-apa, hingga ketika fikirannya telah menjadi normal kembali dan rasa takutnya telah berkurang banyak, maka Rio kemudian berkata : ” Akh, hanya Mimpi buruk “. Terlihat sekali mereka tidak puas dengan jawaban Rio, karena jelas sekali mereka melihat bahwa wajah Rio saat itu bagaikan mayat hidup, sangat pucat, dan pandangannya kosong seperti sehabis mengalami sesuatu kejadian yang sangat menakutkan.
Akhirnya mereka membubarkan diri dan tentu saja dengan fikiran mereka masing-masing atas misteri teriakan Rio dan wajahnya yang pucat-pasi, akhirnya mereka berkesimpulan bahwa biasa kalau waktu tidur kadang-kadang diganggu oleh mimpi buruk.

MENGERJAKAN SHOLAT SYUKUR ATAS PERTOLONGAN-NYA

Rio segera mengerjakan Sholat Syukur telah terlepas dari sesuatu yang mengerikan dan kadang-kadang sampai beberapa hari masih terbayang-bayang kejadian itu, kalau saja tidak segera mendapatkan cara untuk melawan mahluk itu mungkin saja Rio akan lumpuh atau gila karena rusaknya otak akibat kekurangan oksigen.
Segera setelah sholat maka Rio kemudian membentengi diri dengan perlindungan agar tidak diganggu lagi oleh mahluk halus yang jahat.


Waktu berlalu dengan cepatnya dan tibalah hari Sabtu, 09 Agustus 1997, hari yang dinanti-nantikan oleh isteriku untuk berangkat ke Cilegon karena rasa kangennya yang telah memuncak untuk segera menjumpai putranya yang sedang KKN di-Pandeglang. Setelah sholat Subuh, dengan berseri-seri isteriku menagih janji kepadaku setelah sebelumnya mempersiapkan segala sesuatunya untuk keberangkatan, seperti pakaian, perlengkapan sholat, minuman, makanan kecil, oleh-oleh dan segala macam perlengkapan yang saya tidak tahu berupa apa saja.
Terlihat sekali bahwa isteriku telah tidak sabar menungguku sarapan dan menghirup habis teh manis hangat kesukaanku dipagi hari itu. Akhirnya tiba juga waktunya berangkat, dan setelah meninggalkan pesan-pesan kepada anak-anak dan membagi tugas kepada para pembantu, maka berangkatlah kami menuju ke Pandeglang, hanya berdua.

PERJALANAN YANG MENYENANGKAN

Perjalanan melalui jalan tol sangat mulus dan kami tidak banyak bercakap-cakap karena masing-masing sibuk dengan wiridan ayat-ayat suci, agar perjalanan selamat sampai ditujuan dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Sepanjang perjalanan dari Pandeglang menuju arah Labuan, pemandangan sangat indah, dikiri kanan kerimbunan dan hijau-nya pepohonan menenangkan fikiran yang stress. Sebelum Labuan Kami belok kekiri kearah Cigeulis, karena saat itu masih musim kemarau panjang maka terlihat banyak tumbuhan yang kering dan dibeberapa tempat tanah terlihat retak-retak karena teriknya sinar matahari, berbeda dengan sebelumnya.


Kebetulan terdengar suara Ebiet melantunkan lagu sendu, mengenai bertanya kepada rumput yang bergoyang, mengapa terjadi kerusakan dimuka bumi ini. Kami sangat menikmati perjalanan ini dan tiba-tiba tangan isteriku mengelus tanganku dan kemudian meremasnya erat-erat, suasana romantispun kemudian tercipta, dan terdengar lagu Senandung Rindu dilantunkan oleh Teti Kadi dan hati kamipun tambah terpaut dan memancarkan kasih sayang.


Tiba tiba kami berteriak karena mobil terguncang keras akibat ban mobil masuk ke lubang yang menganga ditengah jalan dan setelah rasa kaget sirna kamipun tertawa berderai bersama. Jalan mendekati Cigeulis agak rusak sehingga saya harus extra hati-hati mengendarai mobil.
Tidak terasa hampir tiba ditujuan karena didepan kami terpampang Spanduk KKN dari kampus dan kami mencari informasi keberadaan putra kami Rio.

AKH, TERNYATA RIO SEHAT-SEHAT SAJA….

Akhirnya kami jumpa juga dengan putra kami, ternyata Rio sehat-sehat saja dan terlihat agak malu kepada kawan-kawannya karena ” seperti anak mami ” didatangi oleh orangtuanya. Mamanya langsung menanyakan keadaan Rio dan dijawab baik-baik saja, hanya pernah dicekik, katanya, karena sambil senyum-senyum maka mama-nya tidak mengira bahwa kejadiannya gawat, dan mengira Rio hanya bergurau. Setelah yakin bahwa putranya selamat, maka hatinya-pun lega dan setelah puas berbincang-bincang dengan dosen pembimbing dan kawan-kawan Rio maka kemudian kami-pun pamit pulang.
Ada yang menyarankan agar ke Mega Camara, tempat rekreasi yang berlokasi dipantai dan ada lapangan Golf-nya yang katanya sih pemandangannya bagus. Memang Indah pantainya, akan tetapi sangat sepi, hanya ada kami berdua, dan kembali menimbulkan suasana romantis, seakan akan menikmati kembali suasana bulan madu. Kami sangat betah berlama-lama disini.

BULU KUDUK BERDIRI SAAT MEMASUKI MOBIL

Ketika kembali memasuki mobil, terasa bulu kuduk berdiri sekejab, tapi kami tidak memperhatikan. Perjalanan pulang kami memilih rute melalui Labuan dan berniat untuk mandi air panas di-pemandian Batu Kuwung Pandeglang. Karena perjalanan yang panjang, ternyata kami tiba di-Pemandian Air Panas lepas Maghrib, dan suasananya agak gelap, karena badan terasa penat butuh istirahat, maka kami paksakan juga untuk mandi guna menyegarkan badan karena masih seratus kilometer lebih menuju Jakarta.
Mandi air panas dikamar tertutup dan hanya berdua, dimana kolamnya cukup besar untuk kami bisa berenang sambil berendam membuat isteriku berceloteh segala macam hal yang kemudian mengarah ke-romantisme.
Kembali bulu kuduk berdiri saat memasuki mobil, terjadi kejadian-kejadian aneh yang saat itu tidak begitu kami perhatikan, yaitu minuman yang berpindah tempat kebelakang mobil, dan handuk yang diletakkan ke-stir mobil, padahal seingat isteriku sudah diletakan dibelakang, bagaimana caranya koq bisa pindah ke stir, serta minuman yang baru setengah diminum tiba-tiba sudah kosong, dan seakan-akan ada orang yang duduk dibangku belakang mobil tapi bila ditengok ternyata tidak ada siapa-siapa. Kami ribut berdua saling menyalahkan, dan istriku mengeluh karena mencium bau rokok yang keras.
Akhirnya tiba dengan selamat dirumah, Al Hamdulillah.

PUTRIKU DIGANGGU MAHLUK JAHAT

Beberapa hari kemudian suatu malam pintu kamarku digedor-gedor dan Ningsih putriku yang bungsu

menerobos masuk dan langsung meloncat diantara aku dan isteriku yang sedang tertidur, kami sangat terkejut karena terlihat sekali bahwa Ningsih sangat ketakutan mukanya putih pucat dan tubuhnya menggigil, serta  tidak bisa bercerita apapun juga………….

 

Malam itu bulan tidak memunculkan diri entah karena apa, sore-sore Ningsih telah masuk kekamarnya dan tertidur lelap. Harapannya semoga mendapatkan mimpi yang indah.
Ternyata antara harapan dan kenyataan kadangkala berbeda. Antara terjaga dan tidur, tiba-tiba terasa berkesiur angin dingin yang kemudian berputar-putar membentuk suatu perwujudan bayangan hitam yang semakin mendekat ke tempat tidur Ningsih. Terlihat sekali punya niat jahat karena tangannya teracung hendak mencekik leher Ningsih. Makin mendekat dan semakin dekat. Dengan ketakutan yang sangat Ningsih mencoba berteriak, tapi tidak bisa, ingin bergerak tubuh terasa kaku, dimana  kengerian terasa semakin memuncak, Ningsih berusaha untuk lari akan tetapi dengan cepat bayangan itu menangkapnya dan berusaha untuk mencekik leher-nya.

SESOSOK BAYANGAN PUTIH MENOLONGNYA

Terbatuk-batuk Ningsih karena cekikan yang sangat keras dari mahluk itu, dan berusaha untuk melepaskan diri, akan tetapi mahluk itu lebih kuat, Ningsih berusaha berteriak meminta tolong, akan tetapi suaranya hanya berupa rintihan pelan. Dalam keadaan tidak berdaya itu, mendadak muncul dari tembok seorang wanita yang mengenakan mukenah seperti akan sholat, wanita ini menegor bayangan hitam tersebut atas perbuatan kasarnya terhadap Ningsih, tetapi karena tidak diperdulikan, maka wanita  itu langsung menerjang kearah bayangan hitam yang mencekik Ningsih, akan tetapi sambil menggeram marah dan mengeluarkan sumpah serapah, dengan mudah wanita ber-mukenah ini di-tangkap dan dilemparkan hingga melesat menghantam tembok dan menghilang.

DENGAN MENYEBUT ASMA ALLAH MENGUSIR MAHLUK JAHAT ITU

Kesempatan yang sedetik ini memberi waktu kepada Ningsih untuk berteriak menyebut Asma Allah dan memohon perlindungan-Nya. Kamar bagaikan runtuh karena teriakan yang dahsyat dari mahluk ini yang kemudian berubah menjadi asap dan lenyap menembus tembok. Ningsih masih tak percaya bahwa mahluk ini telah lenyap dan begitu kesadarannya timbul dengan histeris Ningsih berlari keluar dan menggedor pintu kamar orangtuanya.
Masih terbayang wanita ber-mukenah yang menolongnya dan dalam hatinya bertanya-tanya siapakah dia gerangan dan dimana dia, agar dapat mengucapkan terima kasih atas pertolongannya akan tetapi hingga saat ini tidak pernah dijumpainya lagi…………


Rio telah kembali pulang dan menyelesaikan KKN-nya dengan baik, dan kami sekeluarga saling bercerita mengenai kejadian-kejadian selama ini, sampai akhirnya mengenai adanya mahluk yang mencekik mereka. Akan tetapi karena kegembiraan telah berkumpul kembali sekeluarga membuat mereka cepat melupakan hal itu. Hingga sampai suatu saat salah seorang pembantu kami, Mini karena ketakutan didatangi mahluk jahat, melapor kepada isteri saya perihal keberadaan Jin Jawara bernama Toha Abidin yang jahat………


Sehari sebelumnya……….
Braakk……. Jedeerr…….. dan suara gedubrak yang sangat keras mengagetkan kami semua yang sedang santai didalam rumah. Kami semua lari kedepan untuk melihat apakah gerangan yang terjadi. Ternyata mobil Andree yang diparkir digarasi telah mundur dengan sendirinya bergerak sangat cepat menghantam pintu garasi dan keluar kejalan hampir masuk ke got bilamana tidak ada tumpukan batu yang menahannya, demikian kata saksi mata yang kebetulan melihatnya.
Untungnya saat itu sedang sepi tidak ada mobil atau bajaj yang melintas, biasanya cukup ramai. Bila ada mungkin terjadi tabrakan yang mengerikan karena mobil meluncur dengan cepat seperti ada yang mendorong.
Andree terpana melihat kejadian itu (bengong), dan ia berkata bahwa sangat yakin telah menarik rem tangan dengan keras, buktinya sudah beberapa jam tidak terjadi apa-apa tetapi mengapa baru terjadi setelah Maghrib tiba.

SESUATU YANG TAK TERLIHAT MELEPASKAN REM TANGAN MOBIL

Andree memeriksa ternyata mobil masih dalam keadaan terkunci, ini aneh mengapa rem tangan terlepas sedangkan mobil  masih dalam keadaan terkunci. Setelah mengambil kunci, maka mobil dihidupkan dan dijalankan masuk kembali ke-garasi.
Mobil ternyata rusak cukup berat, bagasi belakang melesak karena menghantam pintu garasi, dan pintu-pintu samping penyok-penyok serta baret panjang terhantam pintu garasi yang memantul balik memukul badan mobil bagian samping.
Kejadian ini menjadi topik pembicaraan ramai baik didalam rumah maupun diantara para tetangga yang berduyun-duyun keluar kerena mendengar suara benturan yang keras dan mengira telah terjadi tabrakan. Mereka membahas kejadian tersebut dan mengapa hal itu bisa terjadi, apakah karena kelalaian Andree akibat lupa menarik rem tangan ?…….. atau karena sebab lain ??


L
aporan Mini sigadis kecil……….
Adzan Maghrib berkumandang dengan syahdunya dan Mini menyalakan lampu-lampu ruangan seperti biasanya karena malam telah tiba. Mini merasa agak merinding kuduknya, karena beberapa kali terasa berkelebat bayangan hitam yang seakan-akan mengikutinya tapi bila ditengok ternyata tidak ada siapa-siapa.
Merasa agak takut Mini kemudian masuk kekamarnya. Lampu kamar terasa agak temaram dari biasanya dan suasananya sangat hening, Mini kemudian merebahkan dirinya keatas tempat tidur dan mulai memejamkan matanya.
Seperti terjadi ledakan bola api tanpa suara yang menyelubungi dirinya dan terasa ada sesuatu yang menindih tubuhnya. Mungkin kata-katanya kurang tepat, seperti merungkup masuk kedalam tubuhnya.

PANGERAN TAMPAN DARI BANTEN

Bermimpikah aku ?, kata Mini dalam hati, ada rasa takut merebak dalam hatinya, dan muncullah dihadapannya seorang Pangeran yang tampan dan gagah perkasa yang kemudian berkata : ” Jangan takut, namaku Toha Abidin, aku dari Jampang Kulon dan datang kesini ikut menumpang mobil majikanmu yang beberapa waktu yang lalu pergi ke-Banten “.
Mini mengucapkan selamat datang dan mengajak untuk menjumpai pemilik rumah, akan tetapi Mahluk menyerupai Pangeran itu berkata lagi : ” Jangan sampai keberadaan-ku diketahui oleh mereka biarlah hanya kau saja yang mengetahuinya, karena belum tiba saatnya “.
Mini sangat tersanjung dan hanya menganguk-anguk saja meng-iyakan, dan mahluk itu berkata lagi : ” Berjanjilah untuk tidak mengatakan kepada siapapun, maka akan kuceritakan rahasia kejadian-kejadian aneh yang menimpa keluarga dirumah ini “.

MENG-INGINKAN IBU MAJIKAN SEBAGAI ISTERINYA

Setelah mendengar janji Mini, mahluk itu kemudian bercerita : ” Sebetulnya aku tertarik dan menginginkan ibu majikanmu, dia sangat cantik dan lemah gemulai, tubuhnya bersinar dan tak jemu-jemunya aku memandanginya, suatu saat bila suaminya pergi aku akan mewujud menjadi seperti suaminya dan minta dia melayaniku “.
Mungkin karena terlalu terbawa oleh perasaannya maka wujudnya tanpa disadari berubah menjadi sangat menyeramkan, dari bentuk Pangeran yang tampan dan gagah perkasa, menjadi  wujud aslinya yaitu bertubuh gempal  besar berkulit hitam legam dengan dada yang berbulu tebal tanpa memakai baju serta bermuka kasar yang dipenuhi dengan cambang bawuk. Melihat perubahan itu, Mini menjadi sangat terkejut hingga menutup mulutnya yang hendak berteriak karena saking takutnya.

WUJUD ASLI PANGERAN ITU TERNYATA MENAKUTKAN

Mengetahui wujud aslinya sudah diketahui, kemudian mahluk itu tertawa keras-keras sambil tangan kanannya dengan jari-jari yang dipenuhi cincin-cincin bermata besar, berulangkali menepuk-nepuk dadanya dengan pongah dan berkata : ” Akulah yang bertanggung jawab atas kejadian-kejadian buruk yang terjadi dirumah ini, aku yang menyebabkan ikan-ikan Ko’i kesayangan majikanmu dikolam mati dengan membuat konslet pompa airnya, aku yang melepaskan rem tangan mobil dan mendorongnya keluar, aku juga yang menjatuhkan lampu kristal diatas meja makan, aku juga yang mencekik Ningsih pada malam itu dan sebelumnya Rio kakaknya di Banten, semua itu perbuatanku……, Heemmmr, Tapi Ingat, kalau kau sampai berani menceritakan hal ini kepada majikanmu maka kau-pun akan ku cekik hingga mati “. Tawanya menggelegar memantul-mantul dinding kamar yang berukuran kecil dan hal ini semakin menciutkan hati Mini dan membuat tubuhnya gemetar ketakutan.


Mini hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya perlahan sambil meng-iyakan, setelah itu masih dengan perasaan yang sangat ketakutan dan ngeri, Mini berusaha memejamkan matanya sambil berharap bahwa mahluk itu cepat pergi. Entah berapa lama Mini memejamkan mata hingga ketika ia memberanikan diri untuk membuka matanya, mahluk itu ternyata sudah lenyap.
Tertegun sejenak MIni kemudian setelah kesadarannya berangsur pulih dan agak tenang, dengan segera ia lari menghambur keluarkamar-nya dan menjumpai ibu majikannya.

TERNYATA ADA MAHLUK JAHAT YANG MEN-JAHILI KAMI HABIS-HABISAN

Mula-mula Mini hanya tertegun-tegun dan dari mulutnya keluar kata-kata lirih sepatah dua yang tidak bisa dimengerti……….
Sebentar saja seisi rumah berkumpul dan merubung Mini yang kemudian baru bisa berkata-kata setelah saya berikan air putih yang dibacakan surat Al-Fatihah, mula mula dengan terbata-bata lama-lama menjadi lancar dan jelas. Kami semua tertegun dan marah terhadap mahluk itu yang telah men-jahili kami habis-habisan, dan isteri saya bingung dan agak ketakutan mendengar niat mahluk itu akan mewujud seperti saya.


K
esokan harinya terjadilah peristiwa jatuhnya Mini di tangga besi karena dicekik oleh mahluk itu yang marah karena Mini melanggar larangannya dan menceritakan perihal keberadaannya kepada saya. Dan saat itu Rio mewakili saya telah memperingatkan kepada mahluk itu untuk tidak saling mengganggu karena alam yang berbeda.
Karena semakin menjadi-jadi kelakuan jahil dari mahluk ini, saat beberapa kawan kebetulan berkunjung saya bahas mengenai masalah ini, kawan ini kebetulan orang-orang yang ta’at beragama dan menyarankan kalau bisa mahluk ini diusir saja. Kalau ternyata tidak mau bagaimana, saya bertanya meminta pendapatnya, ya ditangkap dimasukan kedalam botol dan bila melawan kalau perlu dimusnahkan. Saya meminta bantuannya untuk sama-sama menangani mahluk ini.
Dengan senang hati mereka menyatakan siap membantu bila diperlukan. Dan tanpa menunda-nunda waktu lagi, langsung Kami menyusun strategi guna menghadapi mahluk ini.

MAHLUK ITU TAHU KALAU HENDAK DITANGKAP

Saat ketika kami sedang berembuk, tiba-tiba terdengar teriakan Mini ketakutan dikejar oleh mahluk itu dan lari kearah kami. setelah dekat tiba-tiba Mini berubah suaranya menjadi besar dan berat kemudian berkata : ” Aku tahu kalian sedang berusaha melawan-ku “.
Saya dan kawan-kawan tentu saja terkejut mendengar mahluk ini berkata bahwa ia mengetahui maksud kita untuk mengusirnya, beberapa kawan berusaha memegang Mini tapi ditepiskan dengan galak, akhirnya kami membiarkan mahluk itu menguasai tubuh Mini untuk sementara.

SUASANA MAGIS – SAMAR-SAMAR TERCIUM BAU ROKOK KLOBOT

Suasana magis menggantung diawang-awang, dan samar-samar tercium bau rokok klobot memenuhi udara dan saya mengatur posisi guna menghadapi mahluk ini.
Sebentar saja seisi rumah sudah berkumpul mengelilingi Mini yang duduk bersila dengan pongahnya seakan seorang jawara yang siap untuk bertanding, yang mengerikan adalah matanya yang hanya putihnya saja terlihat dan sebentar-sebentar berputar-putar tak terkendali.


Rio langsung mendekat dan bertindak sebagai juru bicara berkata : ” Mengapa masih kau ganggu kami malah semakin menjadi-jadi, apa maksudmu, kami semua ingin kau pergi dari rumah ini dan jangan kembali lagi “. Seisi rumah mengangguk-angguk tanda setuju dengan kata-kata yang dikeluarkan Rio dan itu adalah keinginan dari seluruh penghuni rumah.
Mahluk itu memelintir kumisnya dan mengusap-usap cambang-bawuknya, kemudian berkata dengan tegas : ” Aku baru mau pergi bila syarat-ku dipenuhi “. Dan kemudian mahluk itu berkata lagi : ” Dengan syarat dia ikut dengan-ku dan menjadi isteriku yang ke-21 “, sambil menunjuk ke-seorang wanita. Semuanya menoleh kearah yang ditunjuk oleh mahluk itu dan ternyata orang itu adalah……….


S
aya sangat terkejut dan juga marah begitu mengetahui wanita yang diinginkan oleh mahluk itu untuk dijadikan isterinya yang ke-21, demikian juga yang lainnya, terdengar seruan-seruan marah dari kawan-kawan dan keluargaku, mahluk ini sudah keterlaluan dan pantas untuk dimusnahkan, akan tetapi putraku Rio berkata dengan tenang : ” Kami tidak pernah menjanjikan syarat apapun untuk kepergianmu, pergilah dengan damai “. Luar biasa putraku ini, meskipun marahnya telah timbul tetapi tidaklah ditampakkannya dan masih bisa mengendalikan suaranya terdengar tetap normal dan lembut.

 

MAHLUK ITU BERUSAHA MENYERANG ISTERIKU

Merasa bahwa permintaanya tidak akan dikabulkan maka tanpa diduga-duga, mahluk itu tiba-tiba melakukan gerakan untuk menangkap Isteriku sambil membentak keras : ” Dengan ijin ataupun tanpa ijin akan kuambil dia sebagai isteriku yang ke-dua puluh satu, Hiiyyaaattt ! “. Mahluk itu akan melompat kearah Isteriku dan telah mengangkat kedua belah tangannya seperti hendak mencekik. Terlihat Isteriku pucat wajahnya dan tampak sekali ketakutan dan berusaha mundur mengelak dan kengerian terlihat diwajahnya melihat mahluk itu mengangkat kedua tangannya dengan posisi siap untuk mencekik.


Rio rupanya sejak semula sudah mengetrapkan ilmu bathinnya, sehingga begitu melihat situasi yang membahayakan Mama-nya, tiba-tiba ia membentak keras dan menghalangi gerak laju mahluk itu sambil melepaskan dorongan tangan dengan tenaga bathin.
” Wuaaduuh ” terdengar teriakan dahsyat dan terlihat mahluk itu terpental mundur nyaris terguling, wajahnya terlihat membesi, kemarahannya memuncak, mulutnya terbuka lebar, tercium keras bau rokok klobot, pandangannya menatap tidak percaya kearah Rio yang telah berhasil membuatnya terpental.

ANAK KECIL ITU TERNYATA BERBAHAYA

Mahluk itu mengumbar kemarahannya terhadap Rio dan berteriak dengan pandangan dingin : ” Kau anak kecil berani-beraninya melawan-ku, kau-lah yang pertama-tama akan kubunuh, kalau tidak bisa membunuhmu jangan panggil aku jawara dari Jampang Kulon ” katanya sambil menunjuk lurus kearah Rio. Terlihat Rio tetap tidak gentar atas sesumbar dari mahluk itu.
Rio sangat yakin bisa menghadapi mahluk ini mungkin karena pengalamannya dan keberhasilan-keberhasilannya sebelumnya sebagai team keamanan dan Ghost-Buster dikampus dan di-perguruan silatnya.
Akan tetapi saya sangat kuatir, karena mengetahui bahwa bagaimanapun usia putraku baru kepala dua dan yang dihadapi adalah musuh yang mungkin berumur satu abad lebih. Melihat sesumbarnya kelihatan sekali bahwa selama ini ia malang melintang mungkin belum pernah terkalahkan.

AYAT SUCI AL-QUR’AN MENCIPTAKAN TEMBOK GAIB PENGURUNG

Terlihat Rio membaca dan mewiridkan sesuatu dan mengajak yang lainnya untuk ikut membaca surat Al-Ikhlas dan ayat Qursy. Mahluk itu berputar dan melihat kesekelilingnya seakan melihat munculnya tembok yang mengelilinginya dan mengurungnya dari segala penjuru.
Seorang kawanku memberikan sebuah botol kepada Rio dan berbisik : ” Tangkap dia dan masukan kedalam botol “. Rio mengangguk-kan kepalanya tanda mengerti dan menerima botol kosong itu dan memegangnya ditangan kiri. Dengan gerakan secepat kilat Rio berusaha menangkap mahluk itu dan kemudian memasukkannya kedalam botol. Merasa telah berhasil, Rio kemudian menutup botol itu rapat rapat.

TERNYATA HANYA KAKINYA SAJA YANG TERTANGKAP MASUK BOTOL

Terdengar gerengan marah mahluk itu, dan ternyata Rio masih kurang cepat hanya berhasil menangkap kakinya saja, sedangkan tubuhnya masih diluar botol belum tertangkap. Rio berusaha menangkap tubuh mahluk itu akan tetapi selalu terlepas lagi, begitu berulang-ulang hingga Rio merasa lelah, seakan mahluk itu mempunyai ilmu belut yang licin.Melihat Rio kelihatannya melemah kelelahan, mahluk itu kembali sesumbar : ” Ayo coba tangkap aku kalau bisa “, meskipun tanpa kaki mendadak mahluk itu bergerak kearah Isteriku dan mencoba untuk menangkap-nya, Isteriku ketakutan dan mundur kebelakang putrinya, Ningsih.


Terkejut Ningsih lalu mengangkat kedua tangannya dan menciptakan api panas dikedua telapak tangannya yang diarahkan ke-mahluk itu dengan niat membakarnya. Memang sebelumnya begitu melihat bahwa Rio kewalahan, maka saya membisikan kepada Ningsih agar siap-siap menghimpun energi dan mengerahkan kekuatan bathin menciptakan api panas untuk membakar mahluk itu menjadi abu.

BEKERJASAMA BERUSAHA MENGHANCURKAN MAHLUK JAHAT

Berdua Rio dan saya memegang dan menhimpit mahluk itu agar tidak bisa bergerak dari kiri kanan supaya Ningsih bisa membakarnya, terlihat api telah membakar sebagian wajah dan pundak mahluk itu dan meleleh karena panasnya api, akan tetapi masih saja berusaha melawan, tidak mau tunduk ataupun bertobat atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya terhadap kami, masih saja sesumbar sebagai jawara yang tak terkalahkan, ternyata perlahan-lahan tubuhnya menyala terbakar dan lama kelamaan habis meleleh dan akhirnya lenyap, juga kumandang teriakannya menjadi sayup dan akhirnya lenyap. Bau sangit sesuatu yang terbakar sangat keras menggantung diudara dan lama kelamaan menghilang, kemudian suasana menjadi tenang dan terang.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s