Apa Perbedaan dan Kesamaan Ilmu Mendidik dan Mengajar

Perbedaan mendidik dan mengajar..

 

Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan mahkluk hidup lainnya. Hewan juga “belajar teteapi lebih di tentukan oleh instingnya, sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan menakala anak-anak ini sduah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya, begitu juga di sekolah dan perguruan tingi, para siswa dan mahasiswa di ajar guru dan dosen.

Sepanajang pengetahuana saya untuk mengetahui perbedaan mendidik dan mengajar ada kalanya kita berkaca pada sejarah. Pada awalnya kita mengenal istilah “Pedagogy” dan bukan “Edukasi” yang seperti kita kenal sekarang ini. Hal ini merujuk pada pendapatnya Mark E. Hason, yaitu adanya satelit soviet yang terkenal, sputnik mengejutkan orang amaerika, kekuatan detik secara significan berdampak pada pendidikan AS. Suatu ketakutan mengikat emosi berpacu bangsa AS.

Bahwa pendidikan AS telah tertinggal. Ketakutan yang sama menelan daratan itu lagi pada tahun 1983, dengan laporan penerbitan A Nation at Risk. pengarah untuk memulai memodernisasi kurikulum, aspecially dalam area ilmu pengetahuan, matematika, dan bahasa asing. Proyek telah di kembangkan oleh universitas akademis, seperti Physical Science Studi Commitee Eksakta (PSSC) dan University of Illinois Committee on School Mathematics (ULCSM), hal itu dimaksudkan untuk membaharui, dan meningkatkan mutu isinya merangsang teknik mengajar yang diorientasikan pada penemuan (discovery oriented).

Amerika yang merasa sebagai polisi dunia ternyata tidak hanya menghegemoni ekonomi, politik pertahanan, tapi juga menghegemoni pendidikan. Berangkat atas dasar inilah kemudian mengubah segala bentuk pedagogi menjadi “education” yang dalam padanan Bahasa Indonesia di kenal dengan penddikan. Sehingga, pandangan klasik tentang pendidikan tempo dulu yang kita kenal mulai luntur.

Mendidik (pedagogy) yang dikatakan oleh sebagian orang sebagai pranata yang dapat menjalankan tiga fungi sekaligus. Pertama, mempersiapkan generasi muda untuk untuk memegang peranan-peranan tertentu pada masa mendatang. Kedua, mentransfer pengetahuan, sesuai dengan peranan yang di harapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup masyarakat dan peradaban. Butir kedua dan ketiga di atas memberikan pengerian bahwa mendidik bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. Dengan demikian pendidikan dapat menjadi helper bagi umat manusia. Sementara mengajar hanya pada tataran transfer of knowledge.

Kesamaan MENDIDIK DAN MENGAJAR

Mendidik sering dimaknai sama dengan mengajar. Sebenarnya, makna mendidik lebih luas maknanya dibandingkan dengan mengajar. Mendidik dapat dilakukan dengan cara mengajar. Tetapi mengajar di dalam kelas, sebagai misal, tidak selalu sebagai proses untuk mendidik. Memang, mendidik dan mengajar sering dimaknai secara tumpang tindih. Seorang guru mengajar di dalam kelas dengan maksud untuk mendidik peserta didik.

Lebih dari itu, tingkah laku guru akan menjadi faktor yang penting dalam proses pendidikan, karena tingkah laku guru akan menjadi suri teladan bagi murid-muridnya. Pepatah petitih masa lalu “guru kencing berdiri, murid kencing barlari” sangat tepat untuk menggambarkan tentang proses pendidikan dengan suri keteladanan ini. Bahkan kini pepatah petitih itu dipelesetkan menjadi “guru kencing berdiri, murid mengencingi gurunya”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s