KONSEP MANUSIA

  1. Manusia sebagai Makhluk Holistik

Manusia sebagai makhluk holistik merupakan makhluk yang utuh atau paduan dari unsur biologis, psikologis, sosial, dan spiritual. Sebagai makhluk biologis, manusia tersusun atas sistem organ tubuh yang di gunakan untuk mempertahankan hidupnya, mulai dari lahir, tumbuh kembang, hingga meninggal.

  1. Manusia sebagai Sistem

Manusia sebagai sistem terdiri atas sistem adaptif, personal, interpersonal, dan sosial. Sistem adaptif merupakan proses perubahan individu sebagai respon terhadap perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi integras atau keutuhan.

  1. HOMEOSTASIS dan HOMEODINAMIK
    1. Homeostasis

Homeostasis merupakan mekanisme tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam menghadapi berbagai kondisi yang di alaminya.

Proses Homeostasis fisiologis terjadi melalui empat cara berikut :

  1. Pengaturan diri
  2. Kompensaci
  3. Umpan balik negatif
  4. Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis

Homeostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental.

  1. Homoedinamik

Homoedinamik merupakan pertukaran energi secara terus menerus antara manusia dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam proses Homoedinamik ini terdapat beberapa prinsip berikut :

  1. Prinsip integralitas
  2. Prinsip resonansi
  3. Prinsip helley
  1. Konsep Kebutuhan Dasar Manusia

Kebutuhan Dasar Manusia merupakan unsur-unsur yang di butuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang tentunya bertujuan untuk mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam Teori Hierarki Kebutuhan menyatakan bahwa setiap manusia memiliki lima kebutuhan dasar, yaitu kebutuhan fisiologis (makan, minum), keamanan, cinta, harga diri dan aktualisasi diri (Sumber: Potter dan Patrleia, 1997).

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia

  1. Penyakit
  2. Hubungan Keluarga
  3. konsep Diri
  4. Tahap Perkembangan

STRES DAN STRESOR

Stres dapat di definisikan sebagai, “respon adaptif, di pengaruhi oleh karakteristik individual dan / atau proses psikologis, yaitu akibat dari tindakan, situasi, atau keajaiban eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik dan / atau psikologis terhadap seseorang.” (Ivaneevich dan Matteson, 1980 dalam Kreitner dan Kinicki, 2004.)

Sumber Stresor

  1. Internal. Faktor internal stres bersumber dan diri sendiri
  2. Eksternal. Faktor eksternal stres dapat bersumber dari keluarga, masyarakat dan lingkungan stresor yang berasal dari keluarga di sebabkan oleh adanya perselisihan dalam keluarga, perpisahan orang tua, adanya anggota keluarga yang mengalami kecanduan narkoba.

Jenis Stres

  1. Stres fisik
  2. Stres Kimiawi
  3. Stres mikrobiologis
  4. Stres fisiologis
  5. Stres proses tumbuh kembang

Model Stres

  1. Model Berdasarkan Respons
  2. Model Berdasarkan Adaptif
  3. Model Berdasarkan Stimulus
  4. Model Berdasarkan Transaksi

Faktor yang memengaruhi respons terhadap stresor

  1. Sifat stresor
  2. Durasi stresor
  3. Jumlah stresor
  4. Tipe kepribadian
  5. Tahap perkembangan

KONSEP SEHAT SAKIT

Sehat

  1. Sehat

Suatu keadaan seseorang yang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya sebagai umat manusia sesuai dengan tingkat dan derajat masing-masing

  1. WHO

Suatu keadaan yang sempurna dari fisik, mental dan sosial, tidak hanya bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan saja.

  1. PERKIN’S

Suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsinya yang dapat mengadakan penyesuaian sehingga tubuh dapat mengatasi dari luar.

  1. WHITE, 1997

Suatu keadaan di mana seseorang pada waktu di periksa oleh ahlinya tidak mempunyai kelainan / tidak dapat terdapat tanda-tanda penyakit atau kelainan.

  1. UU KES No. 23 Tahun 1992

Suatu kesejahteraan badan, jiwa dan sosial yang emmungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Pencegahan Penyakit

  1. Pencegahan Primer
    1. Health Promotion
    2. Specipic Protection
  2. Pencegahan Sekunder
    1. Early Diagnosis dan Prompt Preventive Treatment
    2. Disability Limitation
  3. Pencegahan Tersier

Rehabilitation / Pemulihan

  1. Fisiotherapi
  2. Massase
  3. Usaha-usaha yang di jalankan Y.P.A.C.
  4. Usaha rehabilitasi sosial mental

KEBUTUHAN ISTIRAHAT DAN TIDUR

Istirahat merupakan keadaan relaks tanpa adanya emosional, bukan hanya dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga kondisi yang membutuhakan ketenangan.

Tidur merupakan kondisi tidak sadar di mana individu dapat di bangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai (Guyton, 1986)

Fisiologi Tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur oleh adanya hubungan mekanisme serebal yang secara bergantian untuk mengaktifkan dan menekan pusat otak agar dapat tidur dan bangun.

Jenis-Jenis Tidur

  1. Tidur Gelombnag Lambat

Jenis tidur ini di kenal dengan tidur yang dalam, istirahat penuh atau juga di kenal dengan tidur nyenyak.

  1. Tidur Paradoks

Tidur jenis ini dapat berlangsung pada tidur malam yang terjadi selama 5-20 menit, rata-rata timbul 90 menit.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan tidur

  1. Penyakit
  2. Latihan dan Kelelahan
  3. Stres Psikologis
  4. Obat
  5. Nutrisi
  6. Lingkungan

Masalah Kebutuhan Tidur

  1. Insomnia
  2. Hipersomnia
  3. Parasomnia
  4. Enuresa
  5. Apnea Tidur dan Mendengkur
  6. Narcolepsi
  7. Mengigau
  8. Gangguan Pola Tidur Secara Umum

Pengertian Kehilangan dan Berduka

  1. Kehilangan

Kehilangan (toss) adalah suatu situasi aktual maupun potensial yang dapat dialami individual ketiak berpisah dengan sesuatu yang sebelunya ada, baik sebagian atau keseluruhan, atau terjadi perubahan dalam hidup sehingga terjadi perasaan kehilangan.

Jenis Kehilangan

  1. Kehilangan objek eksternal
  2. Kehilangan lingkungan yang di kenal
  3. Kehilangan sesuatu atau seseorang yang berarti
  4. Kehilangan suatu aspek diri
  5. Kehilangan hidup
  1. Berduka

Berduka (grieving) merupakan reaksi emosional terhadap kehilangan, hal ini di wujudkan dalam berbagai cara yang unik pada masing-masing orang dan di dasarkan pada pengalaman pribadi, ekspektasi budaya, dan keyakinan spiratual yang di anutnya.

Jenis Berduka

  1. Berduka normal
  2. Berduka antisipatif
  3. Berduka yang rumit
  4. Berduka tertutup
  1. Tahap Pengingkaran
  2. Tahap Marah
  3. Tahap Tawarmenawar
  4. Tahap Depresi
  5. Tahap Penerimaan

Sekarat dan Kematian

Sekarat (dying) merupakan kondisi pasien yang sedang menghadapi kematian.

Perubahan Tubuh Setelah Kematian

Terdapat beberapa perubahan tubuh setelah kematian, di antaranya ngor motis (kaku) dapat terjadi sekitar 2-4 jam setelah kematian, algor mortis (dingin), suhu tubuh perlahan-lahan turun dan post mortem decompotition yaitu terjadi livor mortis pada daerah yang tertekan serta melunaknya jaringan yang dapat menimbulkan banyak bakteri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s