KERUANG ANGKASA KERUANG ANGKASA

KERUANG ANGKASA

Disusun oleh Yuli Kusmiaty
PGSD IV

STIT INSIDA DARUL QALAM
CIBINONG
2011/2012


BAB I
PENDAHULUAN
Luar angkasa

Luar angkasa atau angkasa luar atau antariksa (juga disebut sebagai angkasa), merujuk ke bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya, di luar atmosfer dari benda “celestial”. Istilah luar angkasa digunakan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi “terrestrial”.
Karena atmosfer Bumi tidak memiliki batas yang jelas, namun terdiri dari lapisan yang secara bertahap semakin menipis dengan naiknya ketinggian, tidak ada batasan yang jelas antara atmosfer dan angkasa. Ketinggian 100kilometer atau 62 mil ditetapkan oleh Federation Aeronautique Internationale merupakan definisi yang paling banyak diterima sebagai batasan antara atmosfer dan angkasa.
Di Amerika Serikat, seseorang yang berada di atas ketinggian 80 km ditetapkan sebagai astronot. 120 km (75 mil atau 400.000 kaki) menandai batasan di mana efek atmosfer menjadi jelas sewaktu proses memasuki kembali atmosfer (re-entry). (Lihat juga garis Karman).
[sunting]Batasan menuju angkasa
 4,6 km (15.000 kaki) — FAA menetapkan dibutuhkannya bantuan oksigen untuk pilot pesawat dan penumpangnya.
 5,3 km (17.400 kaki) — Setengah atmosfer Bumi berada di bawah ketinggian ini
 16 km (52.500 kaki) — Kabin bertekanan atau pakaian bertekanan dibutuhkan
 18 km (59.000 kaki) — Batasan atas dari Troposfer
 20 km (65.600 kaki) — Air pada suhu ruangan akan mendidih tanpa wadah bertekanan (kepercayaan tradisional yang menyatakan bahwa cairan tubuh akan mulai mendidih pada titik ini adalah salah karena tubuh akan menciptakan tekanan yang cukup untuk mencegah pendidihan nyata)
 24 km (78.700 kaki) — Sistem tekanan pesawat biasa tidak lagi berfungsi
 32 km (105.000 kaki) — Turbojet tidak lagi berfungsi
 45 km (148.000 kaki) — Ramjet tidak lagi berfungsi
 50 km (164.000 kaki) — Stratosfer berakhir
 80 km (262.000 kaki) — Mesosfer berakhir
 100 km (328.000 kaki) — Permukaan aerodinamika tidak lagi berfungsi
Proses masuk-kembali dari orbit dimulai pada 122 km (400.000 ft).
Angkasa tidak sama dengan orbit
Kesalahan pengertian umum tentang batasan ke angkasa adalah orbit terjadi dengan mencapai ketinggian ini. Orbit membutuhkan kecepatan orbit dan secara teoretis dapat terjadi pada ketinggian berapa saja. Gesekan atmosfer mencegah sebuah orbit yang terlalu rendah.
Ketinggian minimal untuk orbit stabil dimulai sekitar 350 km (220 mil) di atas permukaan laut rata-rata, jadi untuk melakukan penerbangan angkasa orbital nyata, sebuah pesawat harus terbang lebih tinggi dan (yang lebih penting) lebih cepat dari yang dibutuhkan untuk penerbangan angkasa sub-orbital.
Mencapai orbit membutuhkan kecepatan tinggi. Sebuah pesawat belum mencapai orbit sampai ia memutari Bumi begitu cepat sehingga gaya sentrifugal ke atas membatalkan gaya gravitasi ke bawah pesawat. Setelah mencapai di luar atmosfer, sebuah pesawat memasuki orbit harus berputar ke samping dan melanjutkan pendorongan roketnya untuk mencapai kecepatan yang dibutuhkan; untuk orbit Bumi rendah, kecepatannya sekitar 7,9 km/s (28.400 km/jam — 18.000 mill/jam). Oleh karena itu, mencapai ketinggian yang dibutuhkan merupakan langkah pertama untuk mencapai orbit.
Energi yang dibutuhkan untuk mencapai kecepatan untuk orbit bumi rendah 32MJ/kg sekitar dua puluh kali energi yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian dasar 10 kJ/km/kg.

BAB II
PEMBAHASAN
Antariksawan

Seorang antariksawan di luar angkasa.
Antariksawan (lazim disebut astronot) adalah sebutan bagi orang yang telah menjalani latihan dalam program penerbangan antariksa manusia untuk memimpin, menerbangkan pesawat, atau menjadi awak pesawat antariksa. Istilah “astronot” juga kadang digunakan untuk merujuk secara spesifik kepada antariksawan yang berasal dari Amerika Serikat atau negara sahabat, berbeda dengan seorangkosmonot yang berasal dari Uni Soviet/Rusia. Kosmonot pertama adalah Yuri Gagarin. Semenjak tahun 2003 dikenal pula istilah taikonot (meski bukan istilah resmi pemerintah Tiongkok), antariksawan dari Tiongkok. Taikonot pertama adalahYang Liwei.
Antariksawan-antariksawan pertama, baik di AS maupun Uni Soviet, biasanya merupakan pilot pesawat tempur – umumnya pilot-pilot penguji – dengan latar belakang militer. Antariksawan militer biasanya menerima tanda kualifikasi khusus, dikenal di AS dengan nama Astronaut Badge setelah menyelesaikan latihan dan mengikuti penerbangan ke luar angkasa.
Lebih dari 32 negara sudah pernah mengirimkan antariksawannya ke luar angkasa. Hingga kini (April 2007), sembilan belas antariksawan telah tewas dalam misi perjalanannya, dan setidaknya sepuluh antariksawan telah meninggal dalam kecelakaan latihan di darat.
Antariksawan internasional
Hingga akhir 1970-an hanya orang-orang Amerika dan Soviet yang merupakan antariksawan aktif. Pada 1976 pihak Soviet memulai programIntercosmos dengan sebuah kelompok yang terdiri dari 6 antariksawan dari negara-negara sosialis lainnya, diikuti kelompok kedua yang berlatih pada 1978. Pada sekitar waktu yang hampir sama pada 1978 Badan Luar Angkasa Eropa memilih 4 antariksawan untuk berlatih untuk misi Spacelab pertama mereka di pesawat ulang alik NASA. Pada 1980 Perancis memulai pemilihan antariksawan mereka (mereka dipanggil “spasionot”), diikuti oleh Jerman pada 1982, Kanada pada 1983, Jepang pada 1985, Italia pada 1988 dan Malaysia pada 2007.

Edwin Aldrin pada saat menginjakkan kaki di bulan pada tanggal 21 Juli 1969 (WIB) pada misi Apollo 11
Manusia pertama yang ke luar angkasa ialah Yuri Gagarin pada 12 April 1961 menggunakanVostok 1. Wanita pertama yang ke luar angkasa ialah Valentina Tereshkova pada Juni 1963menaiki Vostok 6 berkebangsaan Rusia.
Alan Shepard menjadi orang Amerika dan pemimpin astrnot ke luar angkasa pada 5 Mei 1961. Wanita Amerika pertama ke luar angkasa ialah Sally Ride yang menaiki pesawat luar angkasaChalenger misi STS-7 pada 18 Juni 1983.
Misi pertama yang pergi ke orbit bulan ialah Apollo 8 yang dipandu oleh William Anders. Dia lahir di Hong Kong dan menjadi orang Asia pertama menjadi antariksawan pada 15 Oktober 2003. Yang Liwei menjadi rakyat China pertama menjadi antariksawan menggunakan pesawat Shenzhou 5.
Russia melaksanakan program Intercosmos telah membenarkan banyak orang-orang dari negara-negara sosialis pergi ke luar angkasa. Contohnya Vladimir Remek menjadi orang Czech pertama ke luar angkasa menjalankan roket Russia, Soyuz. Pada 23 Julai 1980, Pham Tuan menjadi orangVietnam pertama menjadi orang Asia Tenggara ke luar angkasa menggunakan Soyuz 37. Pada 1980, rakyat Kuba bernama Arnaldo Tamayo Méndez menjadi orang keturunan Afrika pertama ke luar angkasa. Sedangkan kelahiran Afrika pertama yang ke luar angkasa ialah Patrick Baudry.
Valentina Tereshkova, lahir pada 6 Maret 1937di sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat Rusia. Oleh sang ibu, Valentina dan dua saudaranya dibesarkan di sebuah ladang pertanian.Ia adalah wanita pertama yang pergi ke luar angkasa.
“Akan tiba saatnya bagi wanita pergi ke luar angkasa,” begitu harapan ibunda Valentina setelah Rusia sukses menerbangkan Yuri Gagarin ke luar angkasa.
Pada usia 16 tahun, ia bekerja di sebuah pabrik tekstil dan mulai tertarik pada terjun payung. Dia pun membuat klub parasit di tempat kerjanya. Saat pemerintah Rusia membuka lowongan bagi sukarelawan untuk program luar angkasa, Valentina tidak menyia-nyiakannya.
Ia diterima karena memiliki pengalaman terjun payung. Meski latihan mental dan fisik yang dijalankan sangat berat, Valentina tetap bertahan.
Pada 13 Juni 1963 Valentina terbang ke luar angkasa dengan pesawat Vostok B.Dalam penerbangan yang berlangsung selama tiga hari itu, pesawatnya 48 kali mengorbit bumi. “Sekali kau keluar angkasa, kau akan sadar betapa kecilnya dunia,” begitu ungkap Valentina sekembalinya ke bumi.
Sayang, penerbangan itu adalah penerbangan pertama dan sekaligus yang terakhir bagi Valentina. Sebab, penerbangan berlangsung yang dijadwalkan pada tahun 1965 dibatalkan.
Pada tahun 1963, dia menikah dengan seorang kosmonot Adrian Nikolayev. Namun, tidak lama kemudian mereka berpisah. Valentina masuk ke akademi militer udara dan pada tahun 1969 lulus dengan pujian. Valentina lalu terjun ke dunia politik. Tanpa lelah dia mengabdikan diri menolong sesama dalam banyak bidang. Diantaranya sebagai anggota parlemen, duta besar keliling, serta sebagai penganjur perdamaian dan hak asasi manusia. Tak heran, Valentina menerima beberapa penghargaan :

  • Nobel Perdamaian PBB, dan
  • Penghargaan sebagai wanita terhebat pada abad itu di London pada tahun 2000.

Anousheh Ansari, Muslimah Pertama ke Luar Angkasa
Lewat aktivitas bisnisnya, ia menjadi salah satu sosok berpengaruh di AS.

“Saya ingin bisa menginspirasi setiap orang, terutama kaum muda, wanita, dan para gadis. Saya ingin katakan bahwa perempuan juga punya kesempatan yang sama (dengan pria) untuk menggapai impian.” Adalah Anoushe Ansari yang mengucapkan kalimat penuh optimisme ini.

Wanita berusia 45 tahun asal Iran ini memang selalu memiliki sekaligus menggaungkan semangat untuk maju. Berbekal semangat pantang menyerah itu pulalah ia sukses menaklukkan Amerika Serikat (AS) lewat aktivitas bisnisnya.

Menjelajah AS sejak remaja, Ansari menapaki kehidupan yang sarat perjuangan. Lantaran tak menguasai bahasa Inggris, awalnya ia sulit beradaptasi di negeri ini. Namun, bukan Ansari namanya jika menyerah dan putus asa. Dengan terus memupuk optimisme, ia mampu melewati masa sulit itu. Bersosialisasi dengan orang-orang di AS tak lagi masalah. Begitupun untuk urusan sekolah, tak menemui hambatan.

Didorong oleh keluarga yang mencintai pendidikan, ia berhasil meraih gelar sarjana komputer dari George Mason University. Sementara dari George Washington University, ia menggondol gelar master di bidang teknik elektro. Gelar master teknik elektro ini memberi jalan baginya untuk bekerja di sebuah perusahaan listrik raksasa, MCI. Jenjang sosialnya pun meningkat.

Tak mau terus-terusan jadi karyawan, Ansari dan suaminya mendirikan perusahaan telekomunikasi, Telecom Technologies Inc, pada 1993. Tujuh tahun kemudian, perusahaan ini merger dengan nilai besar ke Sonus Network Inc. Di jagat bisnis, Ansari juga dikenal sebagai pendiri dan pemilik perusahaan informasi dan teknologi, Prodea Systems.

Di kalangan kolega dan orang-orang dekatnya, Ansari dikenal dengan kepribadiannya yang hangat. Ia juga selalu mengutamakan kepuasan konsumen. Hal inilah yang mendorong perkembangan jejaring bisnisnya.

Selain berbisnis, Ansari juga giat dalam kegiatan sosial. Pada 2004, misalnya, ia dan keluarganya mendonasikan dana 10 juta dolar AS kepada X Prize Foundation, sebuah LSM yang peduli pada masalah lingkungan dan sosial. Sebagai wujud terima kasih atas sumbangan itu, lembaga ini mengabadikan nama Ansari dalam penghargaan bagi karya desain pesawat luar angkasa dan eksplorasi angkasa. Nama penghargaan itu adalah Ansari X Prize.

Beragam kegiatan sosial Ansari rupanya menarik perhatian berbagai pihak. Maka, beberapa kali dia meraih penghargaan, di antaranya World Economic Forum Young Global Leader, the Working Woman’s National Entrepreneurial Excellence Award, George Mason University’s Entrepreneurial Excellence Award, George Washington University’s Distinguished Alumni Achievement Award, dan The Ernst & Young Entrepreneur of the Year Award for Southwest Region.

Di bawah kepemimpinannya, Telecom Technologies pernah ditahbiskan sebagai salah satu dari 500 perusahaan teknologi dengan perkembangan bisnis tercepat versi majalah Deloitte & Touche’s. Ia pun pada 2001 dinobatkan oleh Fortune Magazine sebagai salah satu orang berpengaruh di AS.

Belajar astronomi
Pada September 2006, Ansari kian populer di AS. Selama beberapa hari, nama dan wajahnya menghiasi halaman depan surat kabar AS. Kali ini bukan lantaran geliat bisnisnya, melainkan penerbangannya ke luar angkasa. Ya, dialah Muslimah pertama yang melancong ke antariksa. Terbang bersama Soyuz TMA-9, Ansari menjadi orang sipil keempat yang membiayai perjalanannya sendiri ke luar angkasa.

Namun, kepada siapa pun Ansari selalu menyebut dirinya sebagai orang Iran pertama yang terbang ke luar angkasa. Ini menunjukkan betapa ia tak pernah melupakan Tanah Airnya. Pengalamannya mengangkasa bersama International Space Station, ia tuliskan dalam sebuah blog yang dibuat saat berada di antariksa.

Kesempatan bertualang di antariksa membuatnya jatuh hati pada dunia astronomi. Maka, ia pun memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah dan belajar astronomi. Pilihannya jatuh pada pendidikan master bidang astronomi di Swinburne University. Ia juga menjadi anggota Association of Space Explorers (Asosiasi Penjelajah Luar Angkasa) dan terlibat dalam beberapa proyek sosial yang terkait dengan penjelajahan luar angkasa, antara lain, proyek Teacher’s in Space.

Setelah ini semua, pencapaian apa lagi yang akan dibuat Ansari? Yang pasti, Ansari ingin berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi bagi orang banyak. Ia punya prinsip, selagi mampu dan masih muda, dia ingin mengubah dunia menjadi tempat terbaik bagi generasi selajutnya. “Kuncinya ada pada pendidikan dan teladan dari orang tua,” ujarnya. Dia juga mengagumi kata-kata kondang milik Mahatma Gandhi: “Ubahlah apa yang ingin engkau ubah dari dunia ini.” ed: wachidah handasah
Ancaman nyata dari luar angkasa

Ancaman nyata dari luar angkasa adalah serbuan bakteri yang telah mengalami mutasi sehingga menjadi pembunuh ganas.Tahun ini, penelitian ruang angkasa memasuki usianya yang ke 50. Banyak temuan baru dan bidang keilmuan angkasa luar maju pesat. Bahkan dapat disebutkan jauh lebih pesat ketimbang penelitian kebumian. Berbagai ancaman dari luar angkasa juga dapat diperhitungkan, dianalisa dan dicari penangkalnya. Baik itu ancaman tumbukan dengan meteorit besar atau berbagai ancaman lainnya. Sejauh ini dalam benak orang awam, yang terbayangkan sebagai ancaman dari angkasa luar adalah monster-monster mengerikan, baik berupa sosok raksasa atau makhluk luar angkasa berkulit hijau berukuran manusia kerdil yang ganas dan haus darah. Akan tetapi, ancaman nyata yang sebenarnya adalah serbuan bakteri pembunuh. Penelitian yang dilakukan badan antariksa AS-NASA di luar angkasa menunjukkan, bakteri yang berasal dari Bumi di ruang tanpa bobot mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Sejumlah film fiksi ilmiah sudah menggambarkan bagaimana dahsyat dan mengerikannya serbuan makhluk luar angkasa berukuran kecil, yang memusnahkan kehidupan umat manusia di Bumi. Sekarang fiksi ilmiah semacam itu sudah menjadi kenyataan. Bakteri Salmonella yang dibawa dari Bumi dalam misi wahana penerbangan ulang-alik ke luar angkasa pada tahun lalu, terbukti mengalami mutasi menjadi bakteri amat mematikan. Untuk ujicoba, bakteri salmonella itu dibungkus dalam kemasan tiga lapis tahan pecah, untuk mencegah bakteri amat mematikan itu lolos ke udara. Salmonella adalah bakteri berbentuk batang, yang memicu gejala keracunan makanan ditandai dengan buang air terus menerus pada manusia. Dalam kondisi normal, keracunan salmonella dapat diobati menggunakan antibiotika dan pemberian tambahan cairan elektrolyt. Tapi pada anak-anak atau kelompok risiko, bakteri salmonella dapat memicu penyakit berat hingga kematian. Penyakit berat yang ditimbulkan bakteri salmonella antara lain infeksi saluran pencernaan, typhus dan paratyphus. Dalam penelitian di luar angkasa, bakteri salmonella yang dibawa dikembangbiakan dalam kultur makanan. Setibanya kembali ke Bumi, bakteri salmonella yang dikembangbiakan di lingkungan tanpa bobot itu diujicoba pada tikus di laboratorium. Hasilnya, bakteri yang dibawa ke luar angkasa membunuh tikus percobaan jauh lebih cepat, dibanding tikus ujicoba yang mendapat infeksi salmonella yang berkembang biak di Bumi. Inilah skenario horror dari bakteri pembunuh dari luar angkasa.
Sekitar 150 sekuens gen dari salmonella yang dibawa ke ruang angkasa, terbukti jauh lebih aktiv dibanding gen salmonelle normal. Demikian diungkapkan pimpinan penelitian, Dr. Cheryl Nickerson dari Universitas Arizona; “Kita mengirim astronot lebih lama lagi ke luar angkasa dan semakin jauh dari Bumi. Dengan itu risiko penyakit infeksi lebih besar lagi.“Kekebalan Tubuh MelemahSeperti diketahui, dalam kondisi tanpa bobot sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi lebih lemah ketimbang jika berada di Bumi. Artinya risiko untuk terinfeksi bibit penyakit juga menjadi lebih besar lagi. Bayangkan jika bakteri yang menyerang adalah dari jenis yang sudah mengalami mutasi, dengan tingkat fatalitas yang juga jauh lebih tinggi dari bakteri sejenis di Bumi. Di masa depan, ancaman kesehatan gawat semacam itu, akan semakin sering dihadapi para astronot dalam misi cukup lama di luar angkasa.Sejauh ini penelitian baru mencakup serangan bakteri, yang memang berasal dari Bumi dan terbawa ke luar angkasa. Belum diketahui, apakah di luar angkasa yang sulit diketahui batasnya itu, juga terdapat bakteri lainnya yang masih menunggu inang baru dari Bumi. Ancaman sejauh itu belum dibayangkan oleh Dr.Cheryl Nickerson. Akan tetapi, peneliti dari Universitas Arizona itu juga menarik sisi positiv dari temuan bakteri salmonella yang mengalami mutasi di luar angkasa. Nickkerson menjelaskan ; “Jika kita memanfaatkan pengetahuan dan sifat bakteri tsb, kita dapat memiliki kemungkinan pengembangan metode baru pengobatan dari penyakit yang ditimbulkannya, pembuatan obat-obatan baru atau bahkan vaksinnya.“ Penyebab mutasi bakteri itu, menurut Nickerson bukan kondisi tanpa bobot itu sendiri. Melainkan dampak kondisi tanpa bobot pada cairan di dalam sel. Akibat kondisi tanpa bobot di luar angkasa, mekanisme gesekan molekul dalam cairan sel berkurang.


BAB III
KESIMPULAN

Luar angkasa atau angkasa luar atau antariksa (juga disebut sebagai angkasa), merujuk ke bagian yang relatif kosong dari Jagad Raya, di luar atmosfer dari benda “celestial”. Istilah luar angkasa digunakan untuk membedakannya dengan ruang udara dan lokasi “terrestrial”.
Karena atmosfer Bumi tidak memiliki batas yang jelas, namun terdiri dari lapisan yang secara bertahap semakin menipis dengan naiknya ketinggian, tidak ada batasan yang jelas antara atmosfer dan angkasa. Ketinggian 100kilometer atau 62 mil ditetapkan oleh Federation Aeronautique Internationale merupakan definisi yang paling banyak diterima sebagai batasan antara atmosfer dan angkasa.
Di Amerika Serikat, seseorang yang berada di atas ketinggian 80 km ditetapkan sebagai astronot. 120 km (75 mil atau 400.000 kaki) menandai batasan di mana efek atmosfer menjadi jelas sewaktu proses memasuki kembali atmosfer (re-entry). (Lihat juga garis Karman).


DAFTAR PUSTAKA

http://zackychou.wordpress.com/2011/05/18/valentina-tereshkova-wanita-pertama-yang-pergi-ke-luar-angkasa/
http://id.wikipedia.org/wiki/Antariksawan
http://republika.co.id:8080/koran/0/147990/Anousheh_Ansari_Muslimah_Pertama_ke_Luar_Angkasa
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1710488-ancaman-nyata-dari-luar-angkasa/#ixzz1mQf8GPpA
http://tb2g.multiply.com/journal/item/36/Ancaman_nyata_dari_luar_angkasa
http://www2.dw-world.de ( Radio Jerman )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s