Menjaga Keselamatan di Tempat Umum

KOMPAS.com – Jika seorang teman Anda menelepon saat Anda sedang berjalan seorang diri, apakah Anda akan menerima teleponnya? Jika Anda menjawab ya, lebih baik Anda pertimbangkan kembali. Sebab Anda mungkin saja bisa menjadi target kejahatan. Dimana pun Anda berada, entah di jalan, di anjungan ATM, di tempat parkir, setiap hal yang Anda lakukan di tempat tersebut punya pesan tersendiri. Jika ingin selamat, Anda perlu lebih menjaga diri.

Di area parkir

1. Pilih tempat parkir strategis. ”Pilih lokasi yang berdekatan dengan kamera pengintai dan dekat dengan pos penjagaan petugas,” saran Patrick Fiel, penasehat keselamatan umum untuk ADT Security Service, yang telah berkecimpung selama 30 tahun di bidang hukum dan keamanan. Anda juga bisa memilih tempat parkir yang dekat dengan pintu masuk atau keluar, sehingga ada banyak orang yang bisa mengamati kendaraan Anda.

2. Jangan tampakkan wajah yang bingung atau lengah. Berjalanlah di area parkir dengan tetap sigap, atau menampakkan wajah yang garang. ”Area parkir di mal dan supermarket adalah mangsa empuk bagi penjahat,” tutur Steve Kardian, ahli dan veteran pekerja hukum dan pengadilan.

Pelaku kejahatan umumnya mencari orang yang tampak lengah atau bingung. Misalnya ketika Anda membawa banyak barang belanjaan, memasukkan belanjaan dalam bagasi, dan terutama ketika Anda membawa anak yang mungkin menambah kerepotan. Tetaplah berhati-hati dan jangan berjalan di sela-sela parkiran mobil. Berjalanlah di tempat yang luas yang bisa diamati banyak orang.

3. Tetap siaga. Jangan menunggu mengambil kunci saat hampir dekat dengan mobil Anda. ”Siapkan kunci saat akan keluar dari tempat belanja,” imbuh Kardian. Jika Anda punya alarm maka siapkan jari-jari Anda untuk menekan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lalu tinggalkan area parkir secepat mungkin.

Di daerah ATM

4. Tentukan ATM yang Anda inginkan. Saat mengambil uang, lakukan dengan cepat dan cermat. Usai mengambil uang, pastikan kartu ATM sudah keluar, lalu segera simpan kembali di dompet. Perhatikan sekeliling Anda. Pastikan semua aman, tidak ada antrian mobil yang mencurigakan. Jika Anda mengambil uang di jam-jam sepi, usahakan mengambil di tempat yang mudah diawasi, misalnya di minimarket 24 jam. Atau, di ATM yang terletak di dalam bank, karena biasanya ada petugas keamanan yang menjaga. ”Penjahat atau perampok umumnya takut tertangkap dan tidak leluasa beraksi di tempat ramai,” ungkap Kardian.

5. Jangan berlama-lama. ”Usahakan untuk tidak berlama-lama di ATM,” saran Fiel. Siapkan surat-surat tagihan yang harus dibayar sejak di dalam mobil. Langsung masukkan kartu ATM Anda dan tekan PIN tanpa menunggu. Jika orang yang antri di belakang Anda berusaha mengintip apa yang Anda lakukan, tegurlah dengan sopan (meskipun ia tidak berniat jahat terhadap Anda, Anda berhak mendapatkan privasi saat di depan mesin ATM). Ambil uangnya, lalu langsung kembali ke mobil. ”Jangan mengulang dan menghitung jumlah uang Anda. Masuk dan langsung keluar. Sebelum keluar pastikan daerah itu aman,” tambahnya.

6. Percaya pada insting Anda. Jika Anda melihat ada orang mencurigakan, langsung tinggalkan tempat itu. ”Kebanyakan perempuan mengabaikan hal-hal seperti itu. Jika Anda merasa ada yang aneh, jangan lanjutkan,” tegasnya.

Di jalan raya

7. Jangan menggunakan ponsel. ”Menggunakan ponsel akan mengalihkan perhatian Anda pada sekeliling, sama halnya ketika mengetik SMS,” tambah Kardian. Lakukan hal yang sama ketika Anda menggunakan pemutar musik, karena Anda tidak akan mendengar apa yang terjadi di sekeliling Anda.

8. Jangan menggunakan tas yang terlalu besar. Anda pasti suka tas yang besar. Begitu juga para perampok. ”Tas yang besar akan mengundang perhatian mereka. Karena mereka berpikir Anda menyimpan sesuatu yang berharga di dalamnya,” imbuhnya. Padahal mungkin isi tas Anda hanya botol minuman dan sepatu kets. Pastikan Anda tidak lengah dan menyandang tas dengan benar, tidak menjinjing atau menentengnya di lengan.

9. Jangan berbasa-basi. Jika seseorang menanyakan tentang arah atau alamat, lalu setelah itu berusaha mengajak Anda mengobrol, katakan saja “Tidak tahu”, dan langsung menjauh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s